Wednesday, 30 May 2012


Bagian Ketiga
PARADIGMA PENEKATAN PAIKEM
(Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, Dan Menyenangkan)

A.      Pendahuluan
Dalam Catatan Sejarah Pendidikan Nasional, telah dikenal beberapa Pendekatan Pembelajaran Seperti, CTL (Contextual Teaching and Learning), CBSA (Cara Belajar Peserta didik Aktif), PAKEM dan yang dikenal paling akhir adalah PAIKEM (pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan).
PAIKEM adalah singkatan dari pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Arti Pembelajaran itu sendiri adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
Dari uraian tersebut jelaslah bahwa pembelajaran PAIKEM adalah pembelajaran yang menekankan pada keaktifan dan kreatifitas siswa dan guru dalam proses pembelajaran.

B.      Landasan Yuridis Formal Dan Psikologis Paikem
1.       Landasan yuridis formal.
Undang- undang No.20 tentang Sisdiknas, pasal 40 , di mana salah satu ayat nya berbunyi: ”Guru dan tenaga kependidikan berkewajiban untuk menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis dan dialogis dan PP No. 19 tentang Standar Nasional Pendidikan, pasal 19 ayat (1). Dalam PP no 19, ayat (1) dinyatakan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, memberikan ruang gerak yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologi siswa”.
2.       Tinjauan psikologis penerapan PAIKEM
Tinjauan psikologis yang dimaksud adalah ingin melihat posisi dan signifikasi penerapan strategi berbasis PAIKEM menuntut kajian psikologi belajar.

C.      Indikator Dan Prinsip-Prinsip Penerapan Paikem
Kriteria ada tidaknya PAIKEM dapat dilihat pada beberapa indicator berikut:
1.       Pekerjaan peserta didik.
2.       Kegiatan peserta didik.
3.       Ruang kelas.
4.       Penataan meja kursi.
5.       Suasana bebas.
6.       Umpan balik guru.
7.       Sudut baca.
8.       Lingkungan sekitar.
Sedangkan beberapa prinsip yang harus diperhatikan ketika pendidik mnerapkan PAIKEM adalah:
1.       Memahami sifat peserta didik
2.       Mengenal peserta didik secara perseorangan
3.       Memanfaatkan perilaku peserta didik dalam pengorganisasian belajar
4.       Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif serta mampu memecahkan masalah
5.       Menciptakan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik
6.       Memanfaatkan lingkungan sebagai lingkungan belajar
7.       Membarikan umpan balikyang baik untuk meningkatkan kegiatan
8.       Membedakan antara aktif fisik dengan aktif mental
D.      Penerapan Paikem: Melalui Setting Kelas Yang Variatif Dan Dinamis
Di dalam kelas biasanya seorang siswa mempunyai kemampua yag beragam, oleh karena itu seorang guru harus mengatur kapan peserta didik bekerja secara perseorangan, berpasangan, berkelompok, atau klasikal. Dalam mewujudkan desain belajar siswa maka pengaturan ruangan kelas dan siswa merupakan tahap yang penting.
Reactions:

0 comments:

Post a Comment