Wednesday, 13 March 2013


BAB I
PENDAHULUAN
A.      LATAR BELAKANG
Al-Quran adalah mukjizat terbesar yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW. Kemukjizatan Al-Quran tidak hanya berlaku pada zaman Nabi saja, melainkan belaku untuk sepanjang masa.
Pada zaman Nabi, kemukjizatan Al-Quran terlihat dengan kekuatan sastranya yang tinggi sehingga mengalahkan ahli sastra pada waktu itu dan memang pada zaman Nabi adalah zaman keemasan dalam ilmu sastra. Namun, pada era sekarang yang mana zaman ilmu pengetahuan dan teknologi seakan-akan menuntut atau menguji kemukjizatan Al-Quran yang dipercaya kemukjizatannya berlaku sepanjang masa.
Dalam makalah ini akan menguraikan hasil uji kemukjizatan Al-Quran yang dihadapkan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai tugas mata kuliah Tafsir Tarbawi dengan tema “AYAT AL-QURAN DALAM KAITANNYA DENGAN ILMU PENGETAHUAN” semester VI STIT AL-MUSLIHUUN Tlogo Kanigoro Blitar.

B.      RUMUSAN MASALAH
1.       Bagaimana mufradat, terjemah, tafsir, asbabun nuzul, ayat kauniyahnya dari surat Al-Alaq ayat 1-5?
2.       Bagaimana mufradat, terjemah, tafsir, asbabun nuzul, ayat kauniyahnya dari surat Al-Ghasiyah ayat 17-20?
3.       Bagaimana mufradat, terjemah, tafsir, asbabun nuzul, ayat kauniyahnya dari surat Ar-Rahman ayat 33?
C.      TUJUAN PEMBAHASAN
1.       Untuk mengetahui mufradat, terjemah, tafsir, asbabun nuzul, ayat kauniyah dari surat Al-Alaq ayat 1-5.
2.       Untuk mengetahui mufradat, terjemah, tafsir, asbabun nuzul, ayat kauniyah dari surat Al-Ghasiyah ayat 17-20.
3.       Untuk mengetahui mufradat, terjemah, tafsir, asbabun nuzul, ayat kauniyah dari surat Ar-Rahman ayat 33.




BAB II
PEMBAHASAN
A.      SURAT AL-ALAQ AYAT 1-5
ù&tø%$# ÉOó$$Î/ y7În/u Ï%©!$# t,n=y{ ÇÊÈ t,n=y{ z`»|¡SM}$# ô`ÏB @,n=tã ÇËÈ ù&tø%$# y7š/uur ãPtø.F{$# ÇÌÈ Ï%©!$# zO¯=tæ ÉOn=s)ø9$$Î/ ÇÍÈ zO¯=tæ z`»|¡SM}$# $tB óOs9 ÷Ls>÷ètƒ ÇÎÈ
1.       MUFRADAT
Arti
Lafadz
Arti
Lafadz
Maha Pemurah
الأكرم
Bacalah
اقرأ
Yang telah mengajarkan
علم
Dengan menyebut nama Tuhanmu
باسم ربك
pena
القلم
Yang telah menciptakan
خلق
Yang belum diketahui
لم يعلم
manusia
الإنسان


Dari segumpal darah
من علق

2.       TERJEMAH
1.       Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2.       Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3.       Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4.       Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam
5.       Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

3.       TAFSIR
1.       (Bacalah) maksudnya mulailah membaca dan memulainya (dengan menyebut nama Rabbmu yang menciptakan) semua makhluk.
2.       (Dia telah menciptakan manusia) atau jenis manusia (dari 'alaq) lafal 'Alaq bentuk jamak dari lafal 'Alaqah, artinya segumpal darah yang kental.
3.       (Bacalah) lafal ayat ini mengukuhkan makna lafal pertama yang sama (dan Rabbmulah Yang Paling Pemurah) artinya tiada seorang pun yang dapat menandingi kemurahan-Nya. Lafal ayat ini sebagai Haal dari Dhamir yang terkandung di dalam lafal Iqra'.
4.       (Yang mengajar) manusia menulis (dengan qalam) orang pertama yang menulis dengan memakai qalam atau pena ialah Nabi Idris a.s.
5.       (Dia mengajarkan kepada manusia) atau jenis manusia (apa yang tidak diketahuinya) yaitu sebelum Dia mengajarkan kepadanya hidayah, menulis dan berkreasi serta hal-hal lainnya.

4.       ASBABUN NUZUL
Disebutkan dalam hadits-hadits shahih, bahwa Nabi SAW mendatangi gua hira’ (hira’ adalah nama gunung di Makkah) untuk tujuan beribadah selama beberapa hari, beliau kembal kepada istrinya, Siti Khadijah untuk mengambil bekal secukupnya. Hingga pada suatu hari di dalam gua, beliau dikejutkan oleh kedatangan malaikat membawa wahyu Illahi. Malaikat berkata kepadanya : “Bacalah!” beliau menjawab “Saya tidak bisa membaca”. Perawai mengatakan bahwa untuk kedua kalinya malaikat memrgang nabi dan mengguncangkan badannya hingga nabi kepayahan, dan setelah itu dilepaskan. Malaikat berkata lagi kepadanya “Bacalah!” Nabi menjawab “Saya tidak bisa membaca”. Perawi mengatakan, bahwa untuk ketiga kalinya malaikat memrgang nabi dan mengguncangkannya hingga beliau kepayahan. Setelah itu barulah nabi mengucapkan apa yang diucapkan oleh malaikat, yaitu surat Al-Alaq 1-5.
Para perawi hadits mengatakan bahwa Nabi SAW kembali ke rumah Khadijah dalam keadaan gemetar seraya mengatakan, “Selimuti aku, selimutilah aku!” kemudian Khadijah menyelimuti beliau hingga rasa takut beliau pun hilang. Setelah itu beliau menceritakan semuanya kepada Khadijah, kemudian Khadijah mengajak beliau menemui Waraqah Ibnu Naufal Ibnu ‘Abdi ‘I-Uzza (anak paman Khadijah), berdasarkan hadits tersebut dapat disimpulkan bahwa permulaan surat ini merupakan awal ayat-ayat Al-Qur’an diturunkan dan merupakan rahmat Allah pertama yang diturunkan kepada hamba-hamba-Nya, serta kitab pertama ditujukan keapada Rasulullah SAW.

5.       AYAT KAUNIYAH
Ayat kauniyah yang terkandung dalam surat Al-Alaq di atas adalah proses terjadinya perkembangan embrio dalam rahim secara periodik dan sistematis.
Dari Al Qur’an dan Al Hadits menunujukkan bahwa Allah Ta`ala menciptakan manusia melalui fase-fase berikut :
a.       Nuthfah
Nuthfatun adalah sperma laki-laki dan sel telur perempuan yang telah bertemu dan terjadi pembuahan kemudian terjadi perubahan dari keadaan yang satu kepada yang lain dan dari bentuk yang satu kepada bentuk yang lain.
Riset para ahli embriologi menyebutkan bahwa selain mengandung spermatozoa (sperma) air mani juga tersusun dari berbagai campuran yang berlainan yang mempunyai fungsi masing-masing, misalnya mengandung gula yang diperlukan untuk menyediakan energi bagi spermatozoa, menetralkan asam di pintu masuk rahim, dan melicinkan lingkungan agar memudahkan pergerakan sperma. Air mani yang tersusun dari berbagai campuran tersebut telah disebutkan dalam Al- Qur’an.
“Yang membuat segala sesuatu  yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina (mani)”. (QS. As Sajdah : 7-8).
Kata-kata sulalah (saripati) pada ayat tersebut  merupakan bagian yang mendasar atau “bagian dari satu kesatuan”.
b.       ’Alaqah
Peringkat pembentukan alaqah ialah pada hujung minggu pertama / hari ketujuh . Pada hari yang ketujuh telor yang sudah disenyawakan itu akan tertanam di dinding rahim (qarar makin). Selepas itu Kami mengubah nutfah menjadi alaqah.
Kemudian Kami mengubah nutfah menjadi alaqah” (QS: Al-Mukminun : 14). Alaqah secara bahasa mempunyai arti sesuatu yang mengambang atau menempel, sedangkan pada ‘alaqah  ini embrio berbentuk segumpal darah sebagaimana ditegaskan Allah SWT : “Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah” (QS. Al ‘Alaq : 2)
‘Alaqah merupakan bahan dasar bayi yang berupa sel tunggal, dalam istilah biologi sel ini disebut zigot sebagai “segumpal darah”, istilah ‘alaqah ini juga tersebut dalam firman Allah SWT :
“kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya,dan menyempurnakannya“. (QS. Al Qiyamah : 38).
c.       Mudghah
Pembentukan mudghah dikatakan berlaku pada minggu keempat. Perkataan mudghah disebut sebanyak dua kali di dalam al-Quran iaitu surah al-Hajj ayat 5 dan surah al-Mukminun ayat 14:
“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), Maka (ketahuilah) Sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya Dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. dan kamu Lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah”. (QS. al-Hajj ayat 5)
“…lalu segumpal darah itu Kami jadikan daging,…” ( QS. Al Mukminun : 14)
Mudghah yang mempunyai arti segumpal daging ini merupakan fase yang mana berbentuk lengkung, dengan penampakan gelembung-gelembung serta alur-alur.
Embrio yang tumbuh berumur 40-42 hari tidak lagi mirip dengan embrio hewan karena sudah dilengkapi dengan pendengaran, penglihatan, kulit, otot dan tulang sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi SAW dari Hudzaifah ibnu Asid :
“Ketika nuthfah telah lewat 42 malam dari penciptaan, Allah Ta`ala mengirim malaikat untuk membentuknya dan menciptakan pendengaran, penglihatan, kulit, otot dan tulang. Kemudian malaikat bertanya : Ya Allah, ini akan dijadikan laki-laki atau perempuan ? Dan Allah memutuskan apa yang dikehendakiNya, ..” (HR. Muslim)
Diperingkat ini sudah berlaku pembentukan otak, saraf tunjang, telinga dan anggota-anggota yang lain. Selain itu sistem pernafasan bayi sudah terbentuk.Vilus yang tertanam di dalam otot-otot ibu kini mempunyai saluran darahnya sendiri. Jantung bayi pula mula berdengup. Untuk perkembangan seterusnya, darah mula mengalir dengan lebih banyak lagi kesitu bagi membekalkan oksigen dan pemakanan yang secukupnya. Menjelang tujuh minggu sistem pernafasan bayi mula berfungsi sendiri.
d.      Izam Dan Lahm
Pada peringkat ini iaitu minggu kelima, keenam dan ketujuh ialah peringkat pembentukan tulang yang mendahului pembentukan oto-otot. Apabila tulang belulang telah dibentuk, otot-otot akan membungkus rangka tersebut.
Firman Allah yang bermaksud :
“Lalu Kami mengubahkan pula mudghah itu menjadi izam da kemudiannya Kami membalutkan Izam dengan daging” (QS: Al-Mukminun : 14)
Kemudian pada minggu ketujuh terbentuk pula satu sistem yang kompleks. Pada tahap ini perut dan usus , seluruh saraf, otak dan tulang belakang mula terbentuk. Serentak dengan itu sistem pernafasan dan saluran pernafasan dari mulut ke hidung dan juga ke pau-paru mula kelihatan. Begitu juga dengan organ pembiakan, kalenjar, hati, buah penggang, pundi air kencing dan lain-lain terbentuk dengan lebih sempurna lagi. Kaki dan tangan juga mula tumbuh. Begitu juga mata, telinga dan mulut semakin sempurna. Pada minggu kelapan semuanya telah sempurna dan lengkap.
e.      Peniupan Ruh
Iaitu peringkat peniupan roh. Para ulamak Islam menyatakan bilakah roh ditiupkan ke dalam jasad yang sedang berkembang? Mereka hanya sepakat mengatakan peniupan roh ini berlaku selepas empat puluh hari dan selepas terbentuknya organ-organ tubuh termasuklah organ seks. Nilai kehidupan mereka telah pun bermula sejak di alam rahim lagi. Ketika di alam rahim perkembangan mereka bukanlah proses perkembangan fizikal semata-mata tetapi telahpun mempunyai hubungan dengan Allah s.w.t melalui ikatan kesaksian sebagaimana yang disebutkan oleh Allah di dalam al-Quran surah al-A’raf : 172.
“dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuban kami), Kami menjadi saksi”. (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”, (QS: Al-A’raf : 172)
Dengan ini entiti roh dan jasad saling bantu membantu untuk meningkatkan martabat dan kejadian insan disisi Allah s.w.t
Ruh merupakan penggerak dan pertanda dari kehidupan seorang hamba, tanpa adanya ruh maka jasad yang telah terbentuk tidak akan sempurna. Tentang ruh ini Allah Ta`ala berfirman :
“Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit“. (QS. Al Isra’ : 85)
Para ahli ilmu mendefinisikan ruh sebagai organ lembut yang berada pada badan. Proses peniupan ruh oleh malaikat tersebut diiringi dengan proses penentuan rizkinya, ajalnya, amalnya dan ia celaka atau bahagia. Proses peniupan ruh pada embrio tersebut ketika berumur 120 hari sebagaimana disebutkan pada hadits dari  Abi Abdirrahman Abdillah bin Mas’ud RA. yang sudah tersebut di atas.
Hal lain yang disebutkan dalam Al Qur’an adalah bahwa embrio terselubungi oleh tiga kegelapan “dzulumatin tsalats”.
Para pakar embriologi menyebutkan bahwa maksud dari tiga tabir kegelapan itu adalah ;
1)      Dinding bagian dalam perut ibu,
2)      Dinding uterus, dan
3)      Membran amniokorionik.
Maha benar Allah Ta`ala dengan firmanNya : “…Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan…”. (QS. Az Zumar : 6)













B.      SURAT AL-GHASIYAH AYAT 17-20
Ÿxsùr& tbrãÝàYtƒ n<Î) È@Î/M}$# y#øŸ2 ôMs)Î=äz ÇÊÐÈ n<Î)ur Ïä!$uK¡¡9$# y#øŸ2 ôMyèÏùâ ÇÊÑÈ n<Î)ur ÉA$t6Ågø:$# y#øx. ôMt6ÅÁçR ÇÊÒÈ n<Î)ur ÇÚöF{$# y#øx. ôMysÏÜß ÇËÉÈ
1.       MUFRADAT
Arti
Lafadz
Arti
Lafadz
gunung
الجبال
Mereka melihat/memperhatikan
ينظرون
ditegakkan
نصبت
Unta
الإبل
bumi
الأرض
diciptakan
خلقت
dihamparkan
سطحت
langit
السماء


ditinggikan
رفعت

2.       TERJEMAH
17.  Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan,
18.  Dan langit, bagaimana ia ditinggikan?
19.  Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan?
20.  Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?
3.       TAFSIR
017. (Maka apakah mereka tidak memperhatikan) dengan perhatian yang dibarengi keinginan mengambil pelajaran; yang dimaksud adalah orang-orang kafir Mekah (unta bagaimana dia diciptakan?)
018. (Dan langit, bagaimanakah ia ditinggikan?)
019. (Dan gunung-gunung, bagaimana ia dipancangkan?)
020. (Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?) maksudnya dijadikan sehingga terhampar. Melalui hal-hal tersebutlah mereka mengambil kesimpulan tentang kekuasaan Allah swt. dan keesaan-Nya. Pembahasan ini dimulai dengan menyebut unta, karena unta adalah binatang ternak yang paling mereka kenal daripada yang lain-lainnya. Firman Allah "Suthihat" jelas menunjukkan bahwa bumi itu rata bentuknya. Pendapat inilah yang dianut oleh para ulama Syara'. Jadi bentuk bumi bukanlah bulat seperti bola sebagaimana yang dikatakan oleh para ahli ilmu konstruksi. Masalah ini sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan salah satu rukun syariat.
4.       ASBABUN NUZUL
Qatadah ra menegaskan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan kaum musyrik, yang tatkala Allah menjelaskan ciri-ciri dan kenikmatan syurga, merasa takjub dan heran. (H.R Ibnu Hatim dan Ibnu Jarir)
5.       AYAT KAUNIYAH
Ayat kauniyah yang terkandung dalam surat Al-Ghasiyah ayat 17 adalah kehebatan hewan unta yang merupakan bentuk dari kekuasaan Allah Tuhan semesta alam.
Tidak ada seorang pun yang dapat menyangkal bahwa setiap makhluk dengan kemampuan dan kualitas mereka menunjukan kekuasaan dan pengetahuan tak terbatas dari Sang Pencipta. Allah SWT mengungkapkan hal ini melalui isyarat-isyarat dalam berbagai ayat Al-Quran.
"Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa." (QS.Yunus: 6).

a.       Fakta Ilmiah Tentang Unta
Salah satu makhluk yang menunjukan betapa besar dan mulianya kekuasaan Allah SWT adalah unta. Sebagaimana Allah SWT mngisyaratkan untuk memperhatikan unta dalam Q.S. Al-Ghasiyah ayat 17: "Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan?".
Unta adalah dua spesies hewan berkuku genap dari Genus Camelus (satu berpunuk tunggal - Camelus Dromedarius, satu lagi berpunuk ganda - Camelus Bactrianus) yang hidup di wilayah kering dan gurun di Asia dan Afrika Utara. Rata-rata umur harapan hidup unta antara 30 sampai 50 tahun. Pemanfaatan unta oleh manusia telah dimulai sejak 5000 tahun yang lalu dengan diambil susunya, dagingnya dan juga digunakan sebagai hewan pekerja.
Yang menjadikan unta sebagai "makhluk hidup istimewa" adalah struktur tubuhnya yang tidak terpengaruh oleh kondisi alam paling keras sekalipun. Seperti yang sahabat ketahui, unta hidup di padang pasir yang memiliki range temperatur udara yang mampu membunuh mayoritas makhluk hidup. Tubuh unta memiliki beberapa keistimewaan yang memungkinkan dirinya dapat bertahan hidup selama berhari-hari tanpa makan dan minum, juga dapat mengangkut beban ratusan kilogram.
Tubuh unta dapat bertahan hingga pada suhu 41 derajat celcius. Lebih dari itu, unta mulai berkeringat. Penguapan dari keringat yang terjadi hanya pada kulitnya, bukan pada rambutnya. Dengan cara pendinginan yang efisien itu, unta mampu menghemat air cukup banyak.
Unta mampu bertahan dengan kehilangan massa sekitar 20%-25% selama berkeringat. Mayoritas makhluk hidup hanya mampu bertahan hingga kehilangan massa sekitar 3%-4% sebelum terjadi gagal jantung akibat mengentalnya darah. Meski unta kehilangan banyak cairan tubuh, darahnya tetap terhidrasi sampai batas 25% tercapai.
b.      Langit Sebagai Atap Bumi Yang Tidak Bertiang
Kemudian pada ayat 18, Allah mengajak manusia untuk memperhatikan bagaimana langit ditinggikan. Ayat lain yang dapat melengkapi bagaimana langit itu ditinggikan, seperti ayat 2 surat al-Ra`du;
“Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang yang kamu lihat”. (QS. al-Ra'du: 2).
Dan ayat 10 Surat Luqman;
“Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya”. (QS. Luqman: 10).
Dalam penafsiran ayat ini Imam Alusi menjelaskan bahwa Allah menciptakan langit dengan tanpa tiang yang dapat dilihat, dari kata- tanpa tiang yang dapat dilihat- memberikan pengertian bahwa Allah meniggikan langit dengan memakai pilar/tiang tapi tidak dapat dilihat, yaitu tiang qudrah (`amad al-qudrah). Dan dalam istilah ilmu antariksa adalah gaya gravitasi (`amad al-jadzibiyah) yang juga tidak keluar dari qudratullah.
Selanjutnya pakar tafsir kontemporer sains Dr. Athif Maliji menjelaskan lebih luas bahwa, dua ayat tadi,-al-Ra`du: 2 dan Luqman: 10-, memberikan isyarat adanya daya tarik menarik (gravitasi) yang kuat diantara benda-benda langit dengan jarak yang saling berjahuan, dengan demikian tidak saling berbenturan antara satu dengan yang lainnya, dimana lembaga-lembaga sains dan tehnologi pada abad 17 M, menganut teori ilmuan Yunani kuno yang menyatakan; bintang-bintang yang ada dilangit bergelantungan pada bundaran kristal dan bumi tetap pada poros alam semesta, sehingga pada abad itu, ditemukan teori baru yaitu gaya gravitasi dan pegaruhnya terhadap tatanan semesta alam oleh ilmuan Inggris yang bernama Ishak Newton. Teori gravitasi ini menegaskan bahwa apabila tidak ada gaya Gravitasi -dimana setiap benda alam semesta berjalan pada porosnya- maka akan terjadi benturan dahsyat antara benda-benda tersebut dan alam ini akan hancur. Kemudian akhir-akhir ini, para ilmuan antariksa telah menemukan ‘Benang alam semesta’(khuyuth kauniyah) yang menghubungkan benda-benda yang di jagad raya; langit, bumi, planet, bintang dan sebagainya.
Di dalam al-Qur`an, Allah mengarahkan perhatian pada sifat langit yang sangat menarik, allah berfirman dalam surat al-anbiya 32:
”Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda yang terdapat padanya.” (QS. al-Anbiya` 32).
Menurut Professor Doktor Adnan Oktar pakar sains islam asal Ankara-Turki yang biasa di kenal dengan sebutan Harun Yahya menuturkan; Sifat langit ini telah dibuktikan dengan riset ilmiah yang dilakukan pada abad 20. Atmosfer yang menyelimuti bumi mempunyai fungsi penting demi kesinambungan kehidupan, seraya menghancurkan banyak meteor besar dan kecil yang mendekati bumi, atmosfer mencegahnya jatuh ke bumi dan membahayakan mahluk hidup.
Selain itu atmosfer menyaring cahaya dari luar angkasa yang berbahaya bagi mahluk hidup. Uniknya, atmosfer membiarkan menerobosnya cahaya yang bermanfaat dan tidak berbahaya, seperti sinar tampak, sinar ultraviolet, yang hanya sebagian kecil yang dibiarkan masuk oleh atmosfer, sangat penting untuk fotosentesis tumbuhan dan pertahanan hidup semua mahluk. Mayoritas sinar ultraviolet yang kuat dari matahari disaring oleh lapisan ozon atmosfer dan hanya bagian terbatas dan penting dari ultraviolet yang mencapai bumi. Fungsi atmosfer juga melindungi bumi dari dingin luar angkasa yang membekukan, yaitu sekitar minus 270 °C. Dan, selain atmosfer yang melindungi bumi dari efek yang berbahaya adalah “Sabuk Van Allen” -lapisan yang ditimbulkan medan magnet bumi-, ia juga bertindak sebagai perisai terhadap radiasi berbahaya yang mengancam planet bumi. Radiasi ini, yang secara konstan dipancarkan matahari dan bintang lain, sangat mematikan mahluk hidup dan menghancurkan semua kehidupan di atas bumi.
c.       Gunung Sebagai Paku Bumi
Pada ayat ke 19, Allah mengajak manusia untuk memperhatikan bagaimana gunung itu ditegakkan. Ada beberapa ayat lain, yang ada kaitan dengan masalah gunung, seperti al-Nahl 15:
“ Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu”. (QS: An-Nahl: 15)
Dan surat al-Naba` 6-7:
”Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? Dan gunung-gunung sebagai pasak ?”. (QS: An-Naba’: 6-7)
Kedua Ayat ini mengisyaratkan gunung sebagai pasak atau paku bumi, yang dapat menjaga keseimbangan bumi agar tidak goncang, dan telah dibuktikan secara ilmiah terdapat kesesuaian distribusi dan penyebaran gunung secara merata di persada bumi ini.
Peran gunung dalam menjaga keseimbangan permukaan bumi sangat jelas sekali. Khususnya gunung yang disebut oleh ahli geologi dengan barisan pegunungan (mountain chain) lipatan. Pegunungan ini tersebar di beberapa benua di dunia. Dan di bawah kulit bumi telah ditemukan, bahwa lapisan kulit bumi memiliki ketebalan antara 30-60 km. Penemuan ini diperoleh melalui peralatan yang canggih seperti alat yang bernama seismograf yang mampu mengetahui bahwa semua gunung memiliki akar terhunjam dilapisan yang liat untuk menguatkan lapisan kulit bumi yang paling tinggi dan keras seperti fungsi sebuah pasak. Gunung juga bekerja sebagai penahan benua-benua dari hantaman batu-batu karang yang mengalir di bawah kulit bumi yang keras ini. Bila akar gunung yang sangat kokoh tidak ada, maka lapisan kulit bumi akan menjadi sangat lunak. Sehingga, tidak ada lagi keseimbangan dan kekokohannya.
d.      Bumi Bulat Terhampar
Pada ayat 20, Allah mengajak manusia untuk berfikir bagaimana bumi itu dihamparkan. Ayat ini mengisyaratkan bentuk bumi. Sehingga pertanyaan yang muncul apakah bumi bulat atau terhampar? Untuk masalah ini, ada beberapa ayat yang berkaitan, diantaranya; Surat al-Naazi`aat 30:
Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya”. (QS: An-Naaziaat: 30)
Kata ( دحا) menunjukkan 2 arti: 1. Datar dan luas 2. Bergulung. Inilah kejutan al-Qur`an yang secara lugas mengungkapkan keadaan bumi yang kita lihat dengan mata telanjang dalam bentuk fenomena terhampar datar dan sangat luas.
Sedangkan bumi itu sebenarnya bulat seperti telur. Ayat-ayat yang dijadikan hujjah bulatnya bumi; surat al-Rahman 17:
"Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya". (QS: Ar-Rahman: 17)
Seandainya bumi datar, maka mesti hanya ada satu tempat terbit dan satu tempat terbenam. Tetapi karena bumi bulat, ketika matahari berada di timur bumi, ia akan menyinari sisi bagian timur saja, dan membuat gelap sisi bumi bagian barat, karena terhalang mendapatkan cahaya. Demikian pula yang terjadi sebaliknya. Ayat yang juga menunjukkan bumi bulat surat al-Zumar 5:
Dia menggulungkan malam atas siang dan menggulungkan siang atas malam”. (QS: Az-Zumar: 5)
Istilah bergulung tidak sempurna dilakukan kecuali oleh benda yang bulat. Bukti yang paling meyakinkan adalah hasil dari pemotretan kamera canggih dari satelit buatan yang telah mengabadikan beberapa bentuk gambar bumi bulat, dilihat dari ruang angkasa.























C.      SURAT AR-RAHMAN AYAT 33
uŽ|³÷èyJ»tƒ Çd`Ågø:$# ħRM}$#ur ÈbÎ) öNçF÷èsÜtGó$# br& (#räàÿZs? ô`ÏB Í$sÜø%r& ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚöF{$#ur (#räàÿR$$sù 4 Ÿw šcräàÿZs? žwÎ) 9`»sÜù=Ý¡Î0 ÇÌÌÈ
1.       MUFRADAT
Arti
Lafadz
Arti
Lafadz
penjuru
أقطار
Golongan
معشر
Dengan kekuatan
بسلطان
Kamu sekalian mampu
استطعتم


Kamu sekalian menembus
تنفذوا

2.       TERJEMAH
33.  Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, Maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.
3.       TAFSIR
033. (Hai semua jin dan manusia, jika kalian sanggup menembus) melintasi (penjuru) atau kawasan-kawasan (langit dan bumi, maka lintasilah) perintah di sini mengandung makna yang menunjukkan ketidakmampuan mereka untuk melakukan hal tersebut (kalian tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan) dan kalian tidak akan mempunyai kekuatan untuk itu.
4.       ASBABUN NUZUL
Menurut Jumhur Sahabat dan Tabiin bahwa surat Ar-Rahman diturunkan di Makkah tetapi terdapat Jamaah (yang mengambil periwayatan) dari Ibnu Abbas bahwa surat Ar-Rahman diturunkan di Madinah. Sebab-sebab diturunkannya atau Asbab Nuzul Surat Ar-Rahman yaitu ketika orang-orang kafir bertanya siapakah Ar-Rahman itu? Yang terdapat dalam surat Al-Furqan: 60:
Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Sujudlah kamu sekalian kepada yang Maha Penyayang", mereka menjawab:"Siapakah yang Maha Penyayang itu? apakah kami akan sujud kepada Tuhan yang kamu perintahkan kami(bersujud kepada-Nya)?", dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman). (QS: Al-Furqan: 60)
5.       AYAT KAUNIYAH
Ayat di atas pada masa empat belas abad yang silam telah memberikan isyarat secara ilmiyah kepada bangsa Jin dan Manusia, bahwasanya mereka telah di persilakan oleh Allah untuk mejelajah di angkasa luar asalkan saja mereka punya kemampuan dan kekuatan; kekuatan yang dimaksud di sisni sebagaimana di tafsirkan para ulama adalah ilmu pengetahuan atau sains dan teknologi, dan hal ini telah terbukti di era modern sekarang ini, dengan di temukannya alat transportasi yang mampu menembus angkasa luar, bangsa-bangsa yang telah mencapai kemajuan dalam bidang sains dan teknologi telah berulang kali melakukan pendaratan di Bulan, dan dapat kembali lagi ke bumi.
Kemajuan yang telah diperoleh oleh bangsa-bangsa yang maju (bangsa barat) dalam bidang ilmu pengetahuan, sains dan teknologi di abad modern ini, sebenarnya merupakan kelanjutan dari tradisi ilmiah yang telah dikembangkan oleh ilmuan-ilmuan muslim pada abad pertengahan.




















BAB III
PENUTUP
A.      KESIMPULAN
1.       SURAT AL-ALAQ  AYAT  1-5
Dari penjelasan diatas, yakni kaitannya surat Al-Alaq 1-5 beserta munasabahnya  dalam kaitannya dengan ilmu pengetahuan dapat disimpulkan bahwa sesudah Allah menciptakan manusia dari tanah maka Allah menciptakan manusia dari mani kemudian alaqah, mudghoh, izam dan lahm, dan peniupan ruh.
2.       SURAT GHASIYAH AYAT  17-20
Dalam ayat diatas, Allah memerintahkan kepada kita untuk bertadabbur kekuasaan Allah yang berupa bagaimana unta diciptakan, langit ditinggikan, gunung ditegakkan, dan bumi dihamparkan.
3.       SURAT AR-RAHMAN AYAT 33
Dalam ayat diatas Allah menantang golongan manusia dan jin, jika memang mampu menembus langit. Yang mana manusia dan jin tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (ilmu pengetahuan).
DAFTAR PUSTAKA
Al-Quran dan terjemah
Tafsir jalalain digital
Al-Quran Digital
Maktabah Syamilah
Published by:
MAKALAH TENTANG ILMU PENGETAHUAN
DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN

Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah
“TAFSIR TARBAWI”
Dosen Pengampu Drs. H. Sholohin, M.Ag




                               



Oleh :

MU’IN
BINTI NUR ASIYAH
DERIS KRISTIANI
NIKMATUL HIDAYAH
KHOIRUL ANAM
SYUKRON
WAHYUNING PAWESTRI









SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH "AL-MUSLIHUUN"
TLOGO KANIGORO BLITAR
PEBRUARI 2013

Reactions:

0 comments:

Post a Comment